Minyak Bumi , dijuluki juga sebagai
emas hitam,
adalah cairan kental, berwarna coklat gelap, atau kehijauan yang mudah
terbakar, yang berada di lapisan atas dari beberapa area di kerak bumi. Minyak Bumi terdiri dari campuran kompleks dari berbagai hidrokarbon, sebagian besar seri alkana, tetapi bervariasi dalam penampilan, komposisi, dan kemurniannya. Minyak Bumi diambil dari sumur minyak
di pertambangan-pertambangan minyak. Lokasi sumur-sumur minyak ini
didapatkan setelah melalui proses studi geologi, analisis sedimen,
karakter dan struktur sumber, dan berbagai macam studi lainnya. Setelah itu, minyak Bumi akan diproses di tempat pengilangan minyak dan dipisah-pisahkan hasilnya berdasarkan titik didihnya sehingga menghasilkan berbagai macam bahan bakar, mulai dari bensin dan minyak tanah sampai aspal dan berbagai reagen kimia yang dibutuhkan untuk membuat plastik dan obat-obatan. Minyak Bumi digunakan untuk memproduksi
Komposisi elemen berdasarkan berat
| Elemen |
Rentang persentase |
| Karbon |
83 sampai 87% |
| Hidrogen |
10 sampai 14% |
| Nitrogen |
0.1 sampai 2% |
| Oksigen |
0.05 sampai 1.5% |
| Sulfur |
0.05 sampai 6.0% |
| Logam |
< 0.1% | | | |
Penampakan fisik dari minyak Bumi sangatlah beragam tergantung dari
komposisinya. Minyak Bumi biasanya berwarna hitam atau coklat gelap
(meskipun warnanya juga bisa kekuningan, kemerahan, atau bahkan
kehijauan). Pada sumur minyak biasanya ditemukan juga gas alam
yang mempunyai massa jenis lebih ringan daripada minyak Bumi, sehingga
biasanya keluar terlebih dahulu dibandingkan minyak. Dalam campuran itu,
terdapat juga air asin,
yang massa jenisnya lebih rendah sehingga berada di lapisan di bawah
minyak. Minyak mentah juga dapat ditemukan dengan campuran dengan pasir
dan minyak, seperti pada pasir minyak Athabasca di Kanada, yang biasanya merujuk pada bitumen
mentah. Bitumen yang terdapat di Kanada memiliki karakteristik lengket,
berwarna hitam, bentuknya seperti minyak mentah dalam wujud tar,
sehingga sangat lengket dan berat dan harus dipanaskan terlebih dahulu
agar larut dan bisa dialirkan.Venezuela juga mempunyai cadangan minyak dalam jumlah besar di pasir minyak Orinoco, meskipun jumlah hidrokarbon yang terkandung lebih cair daripada di Kanada. Jenis minyak ini disebut dengan minyak ekstra berat. Minyak yang terdapat dalam pasir minyak ini disebut dengan minyak tak konvensional
untuk membedakannya dari minyak yang dapat diekstrak dengan metode
tradisional biasa. Kanada dan Venezuela diperkirakan mempunyai 3,6
triliun barel (570×10
9 m
3) bitumen dan minyak ekstra-berat ini, sekitar dua kali dari volume cadangan minyak konvensional dunia.
Minyak Bumi sebagian besar digunakan untuk memproduksi bensin dan minyak bakar, keduanya merupakan sumber
"energi primer" utama
84% dari volume hidrokarbon yang terkandung dalam minyak Bumi diubah
menjadi bahan bakar, yang di dalamnya termasuk dengan bensin, diesel,
bahan bakar jet, dan elpiji.Minyak Bumi yang tingkatannya lebih ringan akan menghasilkan minyak
dengan kualitas terbaik, tapi karena cadangan minyak ringan dan menengah
semakin hari semakin sedikit, maka tempat-tempat pengolahan minyak
sekarang ini semakin meningkatkan pemrosesan minyak berat dan bitumen,
diikuti dengan metode yang makin kompleks dan mahal untuk memproduksi
minyak. Karena minyak Bumi tyang tingkatannya berat mengandung karbon
terlalu banyak dan hidrogen terlalu sedikit, maka proses yang biasanya
dipakai adalah mengurangi karbon atau menambahkan hidrogen ke dalam
molekulnya. Untuk mengubah molekul yang panjang dan kompleks menjadi
molekul yang lebih kecil dan sederhana, digunakan proses luid catalytic
cracking.
Karena mempunyai kepadatan energi
yang tinggi, pengangkutan yang mudah, dan cadangan yang banyak, minyak
Bumi telah menjadi sumber energi paling utama di dunia sejak pertengahan
tahun 1950-an. Minyak Bumi juga digunakan sebagai bahan mentah dari
banyak produk-produk kimia, farmasi, pelarut, pupuk, pestisida, dan plastik; dan sisa 16% lainnya yang tidak digunakan untuk produksi energi diubah menjadi material lainnya.
Cadangan minyak yang diketahui saat ini berkisar 190 km
3 (1,2 triliun barrel) tanpa pasir minyak, atau 595 km
3 (3,74 triliun barrel) jika pasir minyak ikut dihitung.Konsumsi minyak Bumi saat ini berkisar 84 juta barrel (13,4×10
6 m
3) per harinya, atau 4.9 km
3
per tahunnya. Dengan cadangan minyak yang ada sekarang, minyak Bumi
masih bisa dipakai sampai 120 tahun lagi, jika konsumsi dunia
diasumsikan tidak bertambah.
Beberapa ilmuwan menyatakan bahwa minyak adalah zat abiotik, yang
berarti zat ini tidak berasal dari fosil tetapi berasal dari zat
anorganik yang dihasilkan secara alami dalam perut Bumi. Namun,
pandangan ini diragukan dalam lingkungan ilmiah.
Sumber:
id.wikipedia.org/wiki/Minyak_bumi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar